Mempelajari perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia menarik untuk dicermati. Pergerakan tersebut melibatkan tokoh dari berbagai suku bangsa, agama dan daerah yang berlainan. Hal ini dapat diambil pengalaman hidup adanya nilai toleransi yang tinggi, nasionalisme, peduli lingkungan, dan rasa persatuan. Nilai ini sangat relevan untuk dikembangkan utamanya bagi generasi muda Indonesia, agar lebih mencintai dan mengenal sejarah kebangsaan Indonesia. Kita ingat semboyan yang didengungkan dalam salah satu spot iklan " Kenali Negerimu Cintai Negerimu ". Oleh karena itu saya mencoba menyusun rangkuman materi sejarah SMA kelas XI IPS mengenai materi dimaksud. Berikut cuplikan ringkasan :


Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan dalam segala bidang, politik, ekonomi, budaya maupun agama. Paham ini muncul karena kekuasaan raja yang absolut. Penganutnya menghendaki pembatasan kekuasaan raja, kebebasan dalam ekonomi, dan kebebasan menganut dan menjalankan agama. Tokoh liberalisme diantaranya JJ. Rousseau, Voltaire, Diderot, Montesqieu, J. Locke.
Sosialisme adalah paham yang menghendaki segala sesuatu diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Sehingga tidak ada pihak yang berlebihan dan tidak ada pihak yang kekurangan.
Sosialisme muncul di Perancis sebagai reaksi atas liberalisme dan menyebar ke Inggris. Sebagai suatu gerakan politik yang efektif, sosialisme muncul akibat revolusi industri, yang dikembangkan Karl Marx dan Frederich Engels dalam bukunya “ Das Kapital”. Ajaran Karl Marx dikenal dengan Marxisme (komunisme).
Pan Islamisme merupakan paham yang bertujuan untuk menyatukan Islam sedunia. Paham ini bermula dari gagasan Jamaludin al Afgani (1839-1897). Paham ini muncul disebabkan dari segi agama dan politik. Dari segi agama, muncul karena adanya tuntutan pembersihan kepercayaan dan amal keagamaan. Dari segi politik, ingin menghilangkan penyebab yang memecah belah umat muslim.Paham penyatuan dunia Islam menjadi inti dari Pan Islamisme. Ide ini erat kaitannya dengan kondisi abad 19 yang merupakan abad kemunduran dunia Islam dan dunia Barat sedang dalam kemajuan serta menguasai atau menjajah negeri-negeri Islam (daerah yang dominan penduduknya Islam). Sebagai ide, Pan Islamisme telah memperoleh dukungan dari hampir semua pemimpin Islam dan tokoh intelektual pada abad 19-20. Dengan semangat Panislamisme, maka muncul berbagai perhimpunan kaum muslimin. Hal ini telah memberi inspirasi bagi lahirnya banyak negeri Islam dan gerakan-gerakan nasionalis/ kebangsaan. Pan Islamisme memiliki semangat menggalang kesatuan umat Islam dan melindunginya dari unsur-unsur yang dapat merusak.
Demokrasi adalah pemerintahan rakyat yaitu pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Paham demokrasi bersumber dari ajaran JJ. Rousseau dalam bukunya “Du Contract Social”. Buku ini menjadi sumber meletusnya revolusi Perancis. Demokrasi bersandarkan pada hak yang sama setiap warga negara dalam parlemen. Hakekat demokrasi adalah menghormati dan menghargai pendapat golongan minoritas. Paham ini berkembang luas ke Eropa dan menyebar ke seluruh dunia termasuk Asia Afrika.
Nasionalisme adalah suatu paham yang menyadarkan suatu bangsa akan harga dirinya sebagai suatu bangsa sehingga mendapatkan pengakuan umum secara wajar. Ernest Renan mengemukakan, nasionalisme yang didasarkan atas manusia, bahwa bangsa adalah segerombolan masnusia dan berkehendak untuk bersatu. Sedangkan Otto Bauer (1882 - 1939) menyatakan bangsa adalah perasaan perangai yang timbul karena persatuan nasib. Hans Kohn memandang dari sudut politik, ekonomi, sosial dan budaya dimana nasionalisme adalah paham dengan penekanan pada kesetiaan tertinggi individu yang harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Kesadaran nasional merupakan sikap mental dari suatu kelompok atau bangsa terhadap kehidupan bangsanya atas dasar persamaan geografis, geopolitik, sejarah, bahasa, budaya, keturunan dan perasaan keagamaan. Nasionalisme di Eropa timbul dilatarbelakangi adanya kekuasaan raja yang absolut
Nasionalisme merupakan hasil penting dari pengaruh kekuasaan Barat di daerah Asia. Nasionalisme sebagai suatu gejala historis telah berkembang sebagai jawaban terhadap kondisi politik, ekonomi dan sosial, yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. Dengan demikian nasionalisme dan kolonialisme sangat erat dan terjadi pengaruh timbal balik.
Di samping itu liberalisme, sosialisme, demokrasi dan Panislamisme juga ikut mendorong dan mempengaruhi terbentuknya pergerakan kebangsaan di kawasan Asia Afrika.
Nasionalisme Indonesia tidak lepas dari pengaruh nasionalisme Asia Afrika. Nasionalisme Asia Afrika adalah gerakan kebangkitan bangsa-bangsa Asia Afrika sebagai reaksi terhadap kolonialisme bangsa barat. Imperialisme barat di kawasan ini adalah dominasi politik, eksploitasi ekonomi dan penetrasi budaya.

Untuk anda yang tertarik, silakan unduh pada link berikut :

Pergerakan Kebangsaan Indonesia

Untuk materi yang lain, insya allah saya upload dalam beberapa waktu ke depan. Terima kasih.
Semoga materi ini dapat membantu dan bermanfaat bagi anda dalam mempelajari sejarah kebangsaan Indonesia.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top