Memasuki abad Masehi, Indonesia telah memiliki kebudayaan dengan kepribadian sendiri. Menurut Brandes, Indonesia telah memiliki 10 unsur kebudayaan asli yaitu wayang, gamelan, metrum tembang, ukuran/ timbangan, seni batik, mata uang, mengerjakan logam, astronomi, bersawah dan keteraturan masyarakat. Pada waktu itu bangsa Indonesia mulai berinteraksi dengan bangsa lain. Hubungan bangsa Indonesia dengan bangsa lain ditopang dengan letak geografis yang menghubungkan India dengan China. Adapun hubungan tersebut adalah :

1. Hubungan Indonesia dengan Cina

Sejarah hubungan Indonesia dengan Cina telah dimulai sejak jaman dulu. Hal ini didukung adanya bukti nekara yang ditemukan di Sangen. Pada nekara tersebut terdapat gambar orang menunggang kuda dengan pakaian Tartar. Orang Indonesia aktif datang ke Cina atau sebaliknya nampak jelas setelah abad pertama Masehi.

Faktor ekonomi perdagangan yang ditopang teknik pelayaran menjadi pendorong utama kedatangan bangsa Cina ke Asia Tenggara (Indonesia). Berdasarkan catatan Cina, pemukiman Cina telah dijumpai di pantai utara Jawa pada 300 tahun sebelum Masehi. Dalam perkembangan berikutnya, muncul catatan lain dari abad 2 sebelum Masehi dan abad XI Masehi. Kedatangan bangsa Cina dalam jumlah besar ke nusantara berlangsung pada abad IX Masehi. Dari sumber sejenis pula dapat diketahui kesejarahan kerajaan bercorak Hindu Buddha di Indonesia. Namun demikian, faktor perdagangan tetap menjadi tujuan utama, sehingga kedatangan bangsa Cina tidak diikuti dengan penyebaran agama atau kepercayaan kepada masyarakat Indonesia. Adapun pengaruh dalam aspek budaya baru nampak jelas sejak masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia.

2. Hubungan Indonesia dengan India

Pada permulaan abad pertama atau kedua Masehi, telah terdapat tanda-tanda hubungan IndonesiaIndia. Seperti dikemukakan G. Coedes, orang India datang ke Asia Tenggara/ Indonesia untuk keperluan istana dan kaum bangsawan.

Pada abad pertama Masehi, kaisar Vespasianus melarang bangsa Romawi mengekspor emas. Orang India yang sangat membutuhkan komoditas tersebut, mengalihkan perhatian ke wilayah Asia Tenggara. Hubungan dan kedatangan India ke Indonesia didukung oleh pengetahuan angin muson dan perkembangan pelayaran perdagangan. Komoditas dagang dari Indonesia sangat laku di pasaran dunia, misal kayu cendana, rempah-rempah dan emas.

Kedatangan bangsa India banyak mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia, yaitu masuknya pengaruh Hinduisme dan Buddhisme. Proses demikian berlangsung cukup lama yaitu awal Masehi hingga abad XV Masehi. Dalam pertemuan dengan budaya India, bangsa Indonesia bersifat selektif. Unsur budaya India diambil dalam upaya penyuburan atau memperkaya budaya Indonesia. Proses yang berlangsung lama tersebut memunculkan akulturasi budaya Indonesia dengan India.

Mengenai interaksi IndonesiaIndia membawa hasil yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

1. Agama dan sosial
Dalam bidang agama dan sosial, interaksi IndonesiaIndia menghasilkan agama Hindu dengan aliran Wisnu, Syiwa dan Brahma. Sedangkan dalam agama Buddha berkembang aliran Hinayana dan Mahayana. Perkembangan dari kedua agama di Indonesia menghasilkan aliran Syiwa Buddha dan aliran Tantrayana. Coba cari bukti yang memperlihatkan adanya beberapa aliran tersebut melalui referensi pada akhir bab ini.

2. Arsitektur
Dalam sejarah bangsa Indonesia,seni bangunan/ arsitektur mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Nenek moyang kita dalam merancang bangun senantiasa mempertimbangkan syarat kenyamanan, kekokohan bangunan dan keindahannya. Syarat tersebut diterapkan pada bangunan baik yang bersifat profan (keduniawian) maupun sakral (suci).


Sumber Pustaka :


a. Ricklefs, MC.1999. Sejarah Indonesia Modern. Dikmenum. Jogjakarta: Gadjah Mada University
b. EdhieWurjantoro. 1996. Sejarah Nasional dan Umum 1. Jakarta: Depdikbud
c. R. Soekmono.1984. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Jogjakarta: Kanisius
d. I Wayan Badrika. 2004. Sejarah SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial dan Bahasa. Jakarta: Erlangga
e. Matroji. 2007.Sejarah Nasional Kelas 2 Program IPS. Jakarta: Bumi Aksara
f. Sartono Kartodirdjo. 1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 Jilid 1.Dikmenum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top