Siswa kelas XI Program IPS, agak kesulitan dalam belajar materi sejarah khususnya untuk kerajaan Hindu Buddha di Indonesia. Oleh karena itu, saya mencoba mengulas kerajaan Hindu Buddha secara berkelanjutan.
Untuk kesempatan ini, saya menguraikan kerajaan Kutai yang bercorak Hindu.


Kerajaan Kutai terletak di tepi sungaiMahakam (Kaltim). Sumber sejarah Kutai sangat sedikit yaitu 7 buah yupaprasasti (terakhir ditemukan dua buah lagi). Prasasti ini ditulis dengan hurufPallawa dan bahasa Sanskerta. Dilihat dari jenis tulisan dan bahasanya dapatdiperkirakan berasal dari abad V Masehi. Dari sumber prasasti tersebut dapatdiketahui:
a. Penguasa Kudungga memiliki putra bernamaAswawarman. Aswawarman memiliki tiga putra dan yang terpandang adalahMulawarman. Hal ini menunjukkan silsilah keturunan penguasa kerajaan.
b. Pendiri keluarga/ wangsakarta Kutai ialahAswawarman, bukan Kudungga (nama asli). Mengapa demikian ?
c. Raja mengadakan sedekah yang ditandai pendiriantugu peringatan oleh brahmana. Lihat dari istilah sedekah amat banyak di dalamprasasti.
d. Tempat suci Waprakeswara (Jawa: Baprakeswara)menunjukkan agama yang berkembang adalah Hindu aliran Syiwa. Iswara adalahsebutan dewa Syiwa.
e. Masyarakat Kutai terdiri dari masyarakat kratonyang bersifat Hindu (brahmana dan ksatria) dan masyarakat desa yang masihmenganut kepercayaan asli.
f. Tidakada hasil karya sastra atau peninggalan candi.
g. Di gua Kombeng, pedalaman Kutai dijumpaisejumlah arca agama Hindu yaitu Siwa dan Ganeça.

Strukturbirokrasi pemerintahan kerajaan Kutai tidak diketahui secara jelas, namun dapatdiperkirakan menganut pola pemerintahan di India (ingat masih termasuk fasepertama). Kehidupan ekonomi banyak bergerak di bidang perdagangan (terletak dijalur pelayaran perdagangan). Berdasarkan persembahan raja, dapat diperkirakankerajaan mampu dalam ekonomi negara. Kemampuan dagang dan pelayaran menunjangkegiatan ekonomi kerajaan. Tempat suci Vaprakeçwara, menurut Satyawati Sulaiman,disebutkan sebagai sebuah lapangan luas tempat pemujaan. Kata içwaramenunjukkan nama lain dewa Siwa. Pendapat ini didukung faktor pengaruh kerajaanPallawa di India yang beragama Siwa dan peranan penting brahmana di Kutai.

Mengenai perkembangan setelah raja Mulawarmandan bagaimana akhir kerajaan Kutai sampai saat ini belum dapat diketahui secarajelas, karena keterbatasan peninggalan tertulis.


Demikian, semoga bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Sumber Pustaka :

a. Ricklefs, MC. 1999. Sejarah IndonesiaModern. Dikmenum. Jogjakarta:Gadjah Mada University
b. Edhie Wurjantoro. 1996. Sejarah Nasionaldan Umum 1. Jakarta:Depdikbud
c. R. Soekmono. 1984. Pengantar SejarahKebudayaan Indonesia2. Jogjakarta:Kanisius
d. I Wayan Badrika. 2004. Sejarah SMA KelasXI Program Ilmu Sosial dan Bahasa. Jakarta:Erlangga
e. SartonoKartodirdjo. 1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 Jilid 1.Dikmenum. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top