Melanjutkan materi sebelumnya, saya mencoba menyusun ulasan mengenai kerajaan Singasari dengan sumber dari berbagai buku dan browsing internet.

Kerajaan Singasari berdiri pada tahun1222, dimana Ken Arok dapat mengalahkan Kediri dibawah Kertajaya di daerah Ganter. Dengan demikian mundurnya kerajaan Kediri membawa akibat Singasari dapat berkembang, bahkan selanjutnya Kediri dapat dikuasai Ken Arok. Kesejarahan tokoh Ken Arok dapat diketahui dari buku Pararaton dan Negarakrtagama. Ken Arok menjadi raja dan mendirikan dinasti Rajasa (Girindrawangsa) dengan kerajaan Singasari.

Adapun sumber sejarah dalam mempelajari kerajaan Singasari dapat diperoleh dari berbagai prasasti, karyasastra, catatan, maupun bangunan candi. Sumber tersebut meliputi :

a. Kitab Pararaton
Kitab ini berisi cerita mitos daririwayat Ken Arok yang penuh keajaiban hingga riwayat raja-raja Singasari.

b. Kitab Negarakertagama
Kitab ini merupakan karya Mpu Prapanca(1365) yang berisi perkembangan kehidupan kerajaan Majapahit dan memuat pula raja yang berkuasa di Singasari.

c. Kidung Harsawijaya
Kidung ini menyebutkan raja Jayakatwang sebagai samantharaja (raja bawahan) yang patuh kepada Kertanegara. Namun dalam perkembangannya, Jayakatwang pada akhirnya menyerang kedudukan Kertanegara.

Perkembangan kerajaan Singasari banyak diwarnai dengan pembunuhan. Hal ini dapat dilihat dari raja yang memerintah:

a.Ken Arok (1222-1227)
Ken Arok menjadi raja dengan gelar Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabhumi. Ia berkuasa tidak lama, karena dibunuh seorang pengalasan atas perintah Anusapati, putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Ia didharmakan/ dimakamkan di Kagenengan (antara candi Singasari dengan candi Kidal).

b.Anusapati (1227-1248)
Anusapati berkuasa agak lama. Meskipun demikian ia tidak melakukan pembaharuan, karena larut dalam kebiasaan buruknya. Setelah mengetahui Ken Arok dibunuh Anusapati, maka Tohjaya (anak Ken Arok dengan Ken Umang) membalas dengan membunuh Anusapati tahun 1248. Ia didharmakan di candi Kidal.

c.Tohjaya (1248)
Tohjaya memerintah sangat singkat,karena dikalahkan Ranggawuni dan Mahisa Cempaka. Tohjaya dimakamkan di Katang Lumbang.

d.Ranggawuni (1248-1268)
Ranggawuni menjadi raja dengan gelar Wisnuwardhana dan didampingi Mahesa Cempaka dengan gelar Narasinghamurti.Selama masa pemerintahannya kerajaan dalam keadaan aman dan tenteram.Ranggawuni meninggal dan dimakamkan di Waleri (Blitar) sebagai Syiwa dan candi Jago (Malang) sebagai Budha Amoghapasa. Disusul Mahesa Cempaka meninggal dan dimakamkan di candi Kumeper dan di Wudikuncir.

e.Kertanegara (1270-1292)
Kertanegara adalah raja terbesar dan terakhir dari Singasari. Sebelum naik tahta, ia dinobatkan sebagai raja muda (yuwaraja) di Daha tahun 1254. Kertanegara memiliki cita-cita mempersatukan nusantara. Untuk mencapai cita-cita, maka dilakukan:
1) Perubahan ke dalam dengan menggantikan/ mutasi pejabat
2) Menjalin hubungan persahabatan dengan pengiriman ekspedisi Pamalayu (1275) dengan maksud untuk memperkuat Melayu menghadapi bahaya ekspansi Kublai Khan.
3) Menjalin persahabatan dengan Campa.
4) R.Wijaya, anak Mahesa Cempaka dijadikan menantu
5) Memperkuat armada perang kerajaan Singasari
6) Lawan politik di sekitarnya dijalin kerjasama
7) Melakukan ekspedisi ke Bali (1284)
8) Melakukan perkawinan politik, putri Kertanegara dengan raja Campa

Dalam perkembangan berikutnya, wilayah kerajaan Singasari meliputi hampir seluruh nusantara. Dengan wilayah yang luas, maka disusun struktur pemerintahan Singasari yaitu:

1) Raja
2) Dewan Penasehat yaitu Rakryan Katrini (Hino, Halu dan Sirikan).
3) Dewan Pelaksana keputusan raja yaitu demung, mahapatih dan Kanuruhan.
4) Dewan pratanda (patih, demung, kanuruhan dan Ramapati) dimana tugasnya tidak jelas.
5) Darmadhyaksa yaitu badan yang mengurusi agama.
6) Adhyaksa yaitu badan peradilan.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top