Mata pelajaran sejarah dalam perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia, memiliki perkembangan yang demikian menarik untuk dicermati. Sejarah pada dasarnya merupakan ilmu yang akan terus berkembang dan tidak akan mati, sehingga sukar untuk dijadikan salah satu bagian dalam ujian nasional. Dalam kurikulum 1984 dan 1994, misalnya Mapel Sejarah memiliki alokasi waktu 2 jampel per minggu (kelas 1 - 2 - 3). Selanjutnya pelajaran sejarah tidak terlalu banyak mendapat tempat dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) khususnya di tingkat SMA. Sejarah hanya diberikan 1 jampel untuk kelas X dan 1 JP untuk kelas IPA serta 3jp untuk IPS. Hal inilah yang dirasakan kurang karena penanaman karakter bangsa dan anak bangsa bisa dibangun dengan sejarah. Siswa lebih banyak diisikan mapel yang cenderung sains sentris, dan meminggirkan mapel sosial, budaya atau humaniora. Sebagai pengembangan sesuai dengan tuntutan jaman, maka Kurikulum 2013 untuk SMA membagi sejarah pada dua mata pelajaran yaitu sejarah Indonesia dan pelajaran sejarah saja. Pembelajaran sejarah Indonesia merupakan pelajaran wajib (kelompok A) dengan alokasi 2 jampel setiap tingkatan kelas serta pelajaran sejarah menjadi pelajaran pilihan dengan alokasi 4 jampel untuk peminatan sosial.
 
Dengan begitu seharusnya pelajaran sejarah menjadi salah satu andalan pembentukan karakter siswa khususnya siswa SMA. Dengan masuknya sejarah ke dalam pelajaran pilihan bagi peminatan sosial menunjukkan bahwa nantinya sejarah juga akan masuk ke dalam ujian yang bersifat terpadu seperti ujian nasional. Masuknya sejarah mengubah mapel pilihan untuk peminatan sosial yaitu Ekonomi, Sosiologi dan Antropologi, Sejarah dan Geografi. Keempat mata pelajaran ini nantinya pasti akan diujikan sebagai syarat kelayakan lulus bagi mereka yang mengambil peminatan sosial. Hal demikian menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para guru sejarah dimana guru sejarah dituntut mampu mengantarkan siswa siswinya untuk mampu memahami sejarah nasional dan dunia hanya dalam waktu kurang lebih 3 tahun dan dalam waktu yang tidak terlalu lama itu siswa juga harus menguasai pelajaran yang lain. Padahal seorang guru sejarah harus menguasai betul perbagian sejarah Indonesia dan dunia dalam tiap-tiap semester tanpa diganggu dengan pelajaran lain saat ia kuliah.
 
Tantangan ke depan dan harus dibuktikan, apakah mampu siswa dan guru sejarah SMA mempertanggung jawabkan pelajaran sejarah yang telah diberikan alokasi waktu yang lebih untuk memberikan pembelajaran karakter bagi siswa. Yang pasti sebelum kurikulum baru diterapkan secara penuh dalam pembelajaran pada tahun ajaran 2013/2014 semoga seluruh guru sejarah siap dalam menerapkan kurikulum baru karena guru sejarah diharuskan untuk mengajar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pelajaran lainnya karena ada pelajaran sejarah Indonesia sebagai pelajaran wajib dan pelajaran Sejarah sebagai pelajaran pilihan di semua tingkatan kelas mulai kelas X sampai XII.
Mari kita sambut kurikulum 2013 mapel Sejarah ini sebagai tantangan yang mesti bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas sebagai bentuk layanan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top