Seperti diketahui, karakterisitik kurikulum 2013 mengalami banyak sekali perubahan, baik itu mulai jenjang SD sampai dengan SMA, beberapa mata pelajaran akan dipangkas atau ditiadakan. Mulai tahun pelajaran 2013/2014, kurikulum SD/SMP/SMA/SMK mengalami perubahan diantaranya mengenai proses pembelajaran, jumlah mata pelajaran, dan jumlah jam pelajaran.

Untuk mata pelajaran Sejarah SMA (kelompok wajib) kelas X, memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Terdiri atas 4 kompetensi inti dan 19 kompetensi dasar.
2. Kompetensi Inti 1 dan 2 berkaitan dengan tujuan penanaman nilai karakter berupa sikap menghayati keteladanan, perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif terkait dengan masalah sosial di sekitar dan jujur dalam mengerjakan penugasan dari mata pelajaran sejarah.
3. Kompetensi Inti ke 3 berkaitan dengan pemahaman dan penerapan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti ke 4 berkaitan dengan peserta didik dapat mengolah, menalar dan menyajikan dalam bentuk tulisan (karya) berupa pengembangan materi yang telah dipelajari sesuai dengan kaidah keilmuan.

Berdasarkan karakteristik di atas, maka guru dituntut untuk lebih mempersiapkan diri terkait dengan penguasaan materi dasar sejarah. Hal ini mengingatkan kita kepada materi kuliah dahulu yang ada dalam Pengantar Ilmu Sejarah. Peserta didik tidak lagi sekedar diarahkan untuk menghapalkan peristiwa, nama tokoh, tahun, tempat, sebab timbulnya, proses kejadian dan akibat yang timbul. Peserta didik dalam kurikulum 2013 mapel sejarah, diarahkan mampu menguasai konsep keilmuan sejarah, sehingga dapat mengembangkan sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai budaya, karakter yang berlaku dalam masyarakat, daerah, bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Guru perlu memiliki dan mengembangkan kemampuan menulis, membuat karya dan memberikan contoh kepada peserta didik terkait dengan analisis suatu peristiwa sejarah. Sehingga pemahaman siswa dapat utuh, bulat, bukan bagian per bagian. Fakta dan data perlu disampaikan secara proporsional dan berkeadilan. Dengan demikian peserta didik dapat menarik kesimpulan yang sesuai dengan tuntutan dalam kompetensi inti.

Demikian semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top