Lain halnya dengan sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu menempatkan sejarah sebagai sesuatu yang didasarkan pada kajian ilmiah. Suatu peristiwa masa yang telah lampau yang diamati dalam bentuk-bentuk perubahan sosial yang mempunyai relevansi dengan masa ini. Sejarah sebagai ilmu merupakan sejarah yang disusun berdasarkan penelitian sehingga dalam penyusunannya diperlukan keahlian khusus  dengan mengurangi sedikit mungkin subjektifitas penulisan dan memperbanyak logika, sistematika  berpikir yang jelas dan objektivitas sejarah sehingga tergambar peristiwa sejarah yang mendekati kejadian nyata yang sebenarnya.

Sejarah sebagai ilmu baru lahir pada awal abad XX. Pada saat itu tengah terjadi perdebatan ilmiah di antara ilmuwan tentang sejarah. Perdebatan pertama kali terjadi di Jerman yang melibatkan ahli filsafat dan sejarah. Permasalahan yang diangkat adalah apakah sejarah dapat digolongkan sebagai cabang ilmu pengetahuan atau sebuah seni.

Ilmu sejarah sendiri sudah mulai berkembang pada abad XIX, seiring dengan perkembangan ilmu yang lain. Pengetahuan sejarah ini mencakup kondisi atau situasi manusia pada suatu masa yang hidup dalam jenjang sosial tertentu. Ilmu sejarah berusaha mencari hukum-hukum yang mengendalikan manusia dan kehidupannya dan juga mencari penyebab timbulnya perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia.

Sebagai dasar untuk memasukkan sejarah sebagai salah satu ilmu yang berdiri sendiri adalah bahwa sejarah memiliki :
a.Obyek yang definitif, yaitu apa yang telah diperbuat oleh manusia di masa lampau kaitannya dengan masa kini dan masa mendatang.
b.Formulasi kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan, yang berupa cerita sejarah yang disusun secara ilmiah.
c.Metode yang efisien, baik dalam pengumpulan sumber, yang berupa cerita sejarah yang disusun secara ilmiah.
d.Metode yang efisien, baik dalam pengumpulan sumber, interpretasi, kritik sumber maupun historiografinya.
e.Sistematika penyusunan tertentu, yang dimulai dari langkah awal penyusunan sejarah hingga langkah terakhir penulisan sejarah.

Demikian, semoga dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top