Kompetensi Inti  :
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Dasar :3.1 Mendeskripsikan fungsi Sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial  yang terjadi di masyarakat

Materi Pokok :Fungsi sosiologi dalam mengenali gejala sosial di masyarakat

Manusia memiliki sifat ingin tahu dan tidak pernah merasa puas terhadap apa yang telah diraih. Manusia ingin mencari jawaban terhadap masalah yang dihadapinya. Dengan kemampuan berpikir, manusia melakukan penyelidikan sehingga memperoleh pengetahuan baru. Sosiologi disusun dalam rangka melakukan perencanaan sosial, pelaksanaan dan pemecahan sosial dalam menciptakan masyarakat yang teratur dan nyaman. Oleh karena itu, perlu dipahami sosiologi yang berfungsi dalam mengkaji gejala sosial dalam masyarakat.

1. Pengertian SosiologiSebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi termasuk rumpun ilmu-ilmu sosial. Auguste Comte telah merintis munculnya sosiologi. Pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan tertentu yang kemudian sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah. Sehingga Auguste Comte disebut “Bapak Sosiologi” karena ahli yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi dan mengkaji sosiologi secara sistematis. Sehingga sosiologi dapat melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad XIX (1856).

Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Socius (Latin) artinya teman, sedangkan logos (Yunani) artinya perkataan atau pembicaraan. Sehingga sosiologi diartikan sebagai membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan.  Atau sosiologi merupakan ilmu yang membahas tentang hubungan antara manusia satu dengan manusia lain dalam hidup bermasyarakat. Adapun pendapat para ahli tentang pengertian sosiologi dapat diuraikan berikut.

a. Roucek and Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.

b. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

c. Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang:
1) Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial seperti pengaruh iklim terhadap watak manusia dan pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi penduduk.
2) Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat.
3) Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala sosial.

d. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu norma sosial, lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama misal pengaruh ekonomi terhadap politik. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial.

e. JAA. Van Doorn dan CJ. Lammars
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

f. Auguste Comte
Sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.

g. Van der Zanden
Sosiologi merupakan studi ilmiah tentang interaksi antar manusia.

h. GA. Lundberg
GA. Lundberg dalam buku “Sociology” menyebutkan “Sociology is the social behavior of induvidual and groups” atau sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku sosial orang seorang atau kelompok.

i. Bierens de Haan
De Haan dalam buku “Sosiologie, ontwikkeling en methode” menyatakan sosiologi adalah ilmu tentang pergaulan hidup manusia.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan atau interaksi manusia dalam masyarakat. Dengan kata lain sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan manusia lain dalam kelompok dan produk yang timbul dari interaksi tersebut, seperti nilai, norma, dan kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat.

2. Sifat dan Hakekat Sosiologia. Sosiologi termasuk rumpun ilmu-ilmu sosial yang bersangkut paut dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
b. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
c. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni, karena bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak, bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai.
d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan secara abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum umum dari interaksi antar manusia dan perihal sifat, hakekat, isi dan struktur masyarakat manusia.
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya.
g. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang umum dan bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya sosiologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.

3. Ciri-ciri SosiologiMenurut Harry M. Johnson, seperti dikutip Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu memiliki ciri-ciri berikut:
a. Bersifat empiris yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b. Bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkrit di lapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan  menjalankan hubungan sebab akibat.
c. Bersifat kumulatif, yaitu teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas dan diperhalus.
d. Bersifat non etis, dalam arti yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah baik buruknya fakta tertentu, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

4. Obyek Studi SosiologiObyek studi sosiologi adalah masyarakat dengan menyoroti hubungan antar manusia dan proses sebab akibat yang timbul dari hubungan antar manusia itu yang selalu berubah. Sehingga obyek yang dipelajari sosiologi adalah:
a. Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusia lain.
b. Hubungan antara individu dengan kelompok.
c. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
d. Sifat-sifat dari kelompok sosial yang beraneka macam coraknya.

Dalam mempelajari obyek studinya, sosiologi tidak dapat hanya berdiri sendiri tanpa bantuan ilmu sosial lainnya (bersifat interdisipliner). Sehingga seseorang yang mempelajari sosiologi dituntut harus banyak membaca buku dan tulisan yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam sosiologi itu sendiri.

5. Peran dan Manfaat Sosiologi
a. dalam pembangunan
Sumbangan sosiologi sangat besar dalam proses pembangunan. Dalam peran di bidang pembangunan, maka dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu :

1) perencanaan Tahap perencanaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, misal lapisan sosial, saluran komunikasi, kekuasaan dan sebagainya.

2) pelaksanaan Dalam tahap pelaksanaan perlu dilakukan penyorotan terhadap kekuatan dalam masyarakat dan pengamatan  terhadap perubahan yang terjadi. Adapun dalam tahap evaluasi diadakan analisis terhadap efek pembangunan.

3) evaluasiTahap evaluasi dilakukan dengan menganalisis terhadap dampak pembangunan. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan, dan diidentifikasi kekurangan, kemunduran, atau kemerosotan. Sehingga dapat dilakukan pengadaan, penambahan, dan peningkatan secara seimbang.

b. dalam pemecahan masalah sosialMasalah sosial adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri (Roucek and Warren). Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah muncul bersumber pada faktor: ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan.

c. dalam perencanaan sosialSecara umum, sosiologi memiliki beberapa kegunaan dalam perencanaan sosial yaitu:
1) Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai taraf modern sehingga menyusun dan memasyarakatkan perencanaan sosial relatif mudah digunakan.
2) Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam, hubungan antar golongan, proses perubahan dan pengaruh menemuan baru. Hal ini berarti perencanaan ke depan yang disusun atas dasar kenyataan faktual dalam masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya.
3) Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas obyektivitas.
4) Dengan berpikir secara sosiologis, maka suatu perencanaan sosial dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan kemajuan masyarakat dilihat dari sudut kebudayaan.

d. penelitianSosiologi dapat digunakan dalam meneliti kehidupan masyarakat, misal masalah sosial, anak jalanan, dan sebagainya.

Menurut pandangan sosiologi, perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga hal ini dapat bermanfaat dalam menghimpun kekuatan sosial dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat.

Selain tersebut di atas, sosiologi juga memiliki manfaat sebagai berikut :
a. Sosiologi dapat memberikan pengetahuan tentang pola interaksi yang terjadi dalam masyarakat.
b. Sosiologi dapat membantu masyarakat dalam mengontrol atau mengendalikan tindakan dan perilaku anggota dalam kehidupan masyarakat.
c. Sosiologi mampu mengkaji status dan peranan anggota masyarakat, serta dapat menilai masyarakat atau budaya lain.
d. Anggota masyarakat makin dapat memahami nilai, norma, tradisi dan keyakinan yang dianut masyarkat lain, serta memahami perbedaan yang ada.
e. Sebagai generasi penerus, dapat membuat lebih tanggap, kritis, dan rasional dalam menghadapi gejala sosial dalam masyarakat yang makin kompleks.

Sumber :
Hassan Shadily. 1999. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1993. Sosiologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Kamanto Sunarto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: LP. F Ekonomi UI
Soerjono Soekanto. 1981. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: UI

0 comments:

Poskan Komentar

 
Top