Pada saat ini, segenap masyarakat Indonesia, telah memasuki tahapan kampanye dalam perhelatan demokrasi tahun 2014. Dalam pelaksanaan tersebut, lembaga penyelenggara (KPU) telah membentuk panitia di tingkat lebih rendah hingga KPPS. KPPS sebagai pelaksana terdepan dalam memandu pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS, memiliki peran dan fungsi strategis.

Setelah dilantik dan diberikan santiaji pelaksanaan pemilihan umum tahun 2014, segenap ketua KPPS beserta anggotanya, perlu memahami beberapa ketentuan teknis tentang pemungutan dan penghitungan suara.

Kegiatan Persiapan
Dalam kegiatan ini, ketua KPPS perlu melakukan lima tahapan yaitu :

1. Pengumuman 
a. Ketua KPPS wajib mengumumkan hari, tanggal dan waktu serta nama dan alamat TPS di wilayah kerjanya
b. Pengumuman dilakukan paling lambat 5 (lima) hari sebelum pemungutan suara
c. Pengumuman dilakukan menurut tata cara yang lazim digunakan di desa / kelurahan yang bersangkutan

2. Penyampaian Pemberitahuan
a. KPPS menyampaikan pemberitahuan (form Model C6) untuk memberikan suara kepada pemilih yang tedaftar di DPT, DPTb dan DPK
b. Penyampaian form model C6 paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari H
c. Setelah menerima C6 dari KPPS, pemilih menandatangani tanda terima
d. Bila pemilih tidak ada di rumah, KPPS dapat menyerahkan C6 kepada keluarga pemilih dengan menandatangani tanda terima

3. Penyiapan TPS
a. Ketua KPPS dan anggota KPPS menyiapkan lokasi dan pembuatan TPS
b. Pembuatan TPS di tempat yang mudah dijangkau, termasuk penyandang cacat, dan menjamin pemilih dapat memberikan suaranya secara LUBER dan Jurdil
c. Pembuatan TPS harus sudah selesai H-1
d. Dalam pembuatan TPS, KPPS dapat bekerjasama dengan masyarakat setempat
e. Ukuran TPS 10 x 8 meter atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat
f. TPS diberi tanda batas dengan menggunakan tali atau tambang atau bahan lain
g. Pintu masuk dan keluar TPS harus dapat menjamin akses gerak bagi pemilih penyandang cacat yang menggunakan kursi roda

Perlengkapan TPS 
1. Ruangan atau tenda
2. Alat pembatas
3. Papan pengumuman untuk menempel DCT, DPT, DPTb dan DPK
4. Papan atau tempat untuk menempel formulir model C1 DPR (plano), C1 DPD (plano), C1 DPRD Provinsi (plano) dan C1 DPRD Kab/Kota (plano)
5. Tempat duduk dan meja ketua dan anggota KPPS
6. Meja atau papan untuk menempatkan kotak suara
7. Meja atau papan untuk menempatkan bilik suara
8. Tempat duduk pemilih, saksi dan PPL
9. Alat penerangan yang cukup

KPPS menyiapkan dan mengatur :
1. Tempat duduk pemilih yang menampung paling sedikit 25 orang yang ditempatkan di dekat pintu masuk TPS
2. Meja panjang dan tempat duduk ketua KPPS, anggota KPPS ke-2 dan anggota KPPS ke-3
3. Meja dan tempat duduk anggota KPPS ke-4 di dekat pintu masuk TPS
4. Tempat duduk anggota KPPS ke-5 yang ditempatkan di antara tempat duduk pemilih dan bilik suara
5. Tempat duduk anggota KPPS ke-6 di dekat kotak suara
6. Tempat duduk anggota KPPS ke-7 di dekat pintu keluar TPS
7. Meja dan tempat duduk saksi
8. Meja untuk tempat kotak suara --- ditempatkan di dekat pintu keluar --- dengan jarak kurang lebih 3 m dari tempat duduk ketua KPPS --- dan berhadapan dengan tempat duduk pemilih
9. Bilik suara --- ditempatkan berhadapan dengan tempat duduk ketua KPPS dan saksi --- jarak antara kotak dengan batas lebar TPS paling kurang 1 meter
10.Papan untuk memasang DCT pada TPS yang bersangkutan sebanyak 1 buah --- dipasang di dekat pintu masuk
11.Papan untuk memasang DPT, DPTb dan DPK sebanyak 1 buah --- dipasang di dekat pintu masuk TPS
12.Papan untuk menempelkan formulir model C1 DPR (plano), C1 DPD (plano), C1 DPRD Provinsi (plano) dan C1 DPRD Kab/Kota (plano) ---
13.Papan nama TPS --- ditempatkan di dekat pintu masuk TPS di sebelah luar TPS
14.Meja/papan untuk menempatkan bilik suara dan alat coblos, serta meja khusus untuk penyandang cacat yg menggunakan kursi roda
15.Tambang, tali, kayu atau bambu untuk membuat batas TPS

Pembagian Tugas KPPS
Ketua KPPS memberikan penjelasan kepada anggota KPPS mengenai :
1. Tatacara pemungutan dan penghitungan suara
2. Pembagian tugas KPPS
3. Penjelasan tersebut dilaksanakan paling lambat 1 (satu) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara

Ketua KPPS/ Anggota 1 :
1. Memimpin rapat pemungutan dan penghitungan suara
2. Memberikan penjelasan mengenai tata cara pemberian suara

Anggota 2 dan 3 :
1. Membantu tugas ketua KPPS, yaitu menyiapkan surat suara yang akan ditandatangani ketua KPPS
2. Menyiapkan dan mengisi BA dan lampirannya
3. Melaksanakan tugas lain  yang diberikan oleh Ketua KPPS

Anggota 4 :
1. Berada di dekat pintu masuk TPS, mempunyai tugas menerima pemilih yg akan masuk ke dalam TPS
2. Cara Kerja :
   a. Memeriksa kesesuaian antara nama pemilih dalam form C6 dengan nama pemilih yang tercantum dalam DPT, DPTb dan DPK
   b. Membubuhkan nomor urut kedatangan pemilih pada form C6
   c. Memeriksa tanda khusus pada jari tangan pemilih
   d. Memisahkan formulir C6 menurut jenis kelamin
   e. Mencatat identitas KTP dan KK atau nama sejenisnya atau paspor  ke dalam formulir Model A.T. Khusus KPU
   f. Bersama KPPS ke-7 merangkap sebagai petugas ketertiban TPS

Anggota 5 :
1. Mengatur pemilih yang menunggu giliran untuk memberikan suara dan pemilih yang akan menuju ke bilik suara
2. Berada di antara tempat duduk pemilih dan bilik suara

Anggota 6 :
1. Mengatur pemilih yang akan memasukkan surat suara ke kotak suara
2. Berada di dekat kotak suara

Anggota 7 :
1. Mengatur pemilih yang akan keluar TPS
2. Memberikan tanda khusus berupa tinta di jari pemilih sebagai bukti telah memberikan hak suaranya
3. Bersama KPPS ke-4 merangkap sebagai petugas ketertiban TPS

Kegiatan Pelaksanaan
1. Kegiatan Sebelum

Sebelum rapat pemungutan suara, Ketua KPPS bersama anggota KPPS, dan saksi yang hadir melaksanakan kegiatan :
1. Memeriksa TPS dan perlengkapannya
2. Memasang salinan DPT, DPTb, dan DPK di tempat yang sudah ditentukan
3. Menempatkan kotak suara yang berisi Surat Suara (SS) dan kelengkapan administrasinya di depan meja ketua KPPS
4. Mempersilahkan dan mengatur pemilih untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan

2. Pelaksanaan
1. Ketua KPPS melaksanakan rapat pemungutan suara pada hari Rabu Pon Tanggal 9 April 2014 dimulai pukul 07.00 – 13.00 waktu setempat
2. Dalam hal belum ada saksi atau pemilih yang hadir, rapat ditunda sampai dengan adanya saksi atau pemilih hadir paling lama 30 menit
3. Bila saksi atau pemilih sudah hadir, rapat pemungutan suara dibuka dan dilanjutkan dengan pemungutan suara

3. Pemberian Suara
Agenda yang dilakukan dalam setiap TPS adalah :
1. Pengucapan sumpah atau janji anggota KPPS
2. Pembukaan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara
3. Penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara

Kegiatan Ketua KPPS
1. Memandu pengucapan sumpah atau janji anggota KPPS
2. Membuka perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara :
   a. Membuka kotak suara
   b. Mengeluarkan seluruh isi kotak di atas meja secara tertib dan teratur
   c. Mengidentifikasi  dan menghitung jumlah setiap jenis dokumen dan peralatan disegel
   d. Memeriksa sampul yang berisi SS masih dalam keadaan
   e. Memperlihatkan kepada pemilih dan saksi yang hadir bahwa kotak suara benar-benar dalam keadaan kosong
   f. Menutup kembali kotak suara
   g. Mengunci kotak suara
   h. Meletakkannya di tempat yang telah ditentukan
   i. Memperlihatkan kepada pemilih dan saksi yang hadir bahwa sampul yang berisi SS masih dalam keadaan tersegel
   j. Menghitung dan memeriksa kondisi seluruh SS termasuk SS cadangan sebanyak 2 % dari jumlah pemilih DPT
   k. Memastikan kesesuaian dengan Daerah Pemilihan
   l. Menandatangani SS yang akan digunakan

3. Memberikan penjelasan kepada pemilih dan saksi mengenai :
   a. Tata cara pemberian suara
   b. Tata cara  penyampaian keberatan  oleh saksi, PPL, pemantau pemilu atau warga masyarakat atau pemilih
   c. Tata cara pemantauan oleh pemantau
   d. Pemberian penjelasan lebih dari satu kali selama pelaksanaan pemungutan suara

Penjelasan Ketua KPPS kepada Pemilih meliputi :
1. Tujuan pemungutan suara
2. Pemilih memberikan suara pada bilik suara
3. Format /isi SS DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/kota
4. Tata cara pemberian suara pada SS
5. Dalam hal SS diterima pemilih dalam keadaan rusak atau keliru mencoblos, pemilih dapat meminta SS pengganti, hanya berlaku 1 kali penggantian
6. Pemberian tinta pada jari tangan pemilih hingga mengenai seluruh bagian kuku setelah pemilih memberikan suaranya
7. Jumlah dan jenis SS, termasuk SS cadangan
8. Pemilih yang memberikan suara adalah pemilih yang tercantum dalam salinan DPT, DPTb, DPK dan DPKTb
9. Pemilih yang terdaftar dalam DPKTb dalam memberikan suara menggunakan KTP dan KK atau identitas lain atau paspor.  Bila SS di TPS habis, diarahkan ke TPS terdekat
10.Kesempatan memberikan suara berdasarkan prinsip urutan kehadiran
11.Nama calon anggota DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota yg mengundurkan diri, meninggal dunia dan/atau tidak  lagi memenuhi syarat  berdasarkan keputusan KPU/KPU Prov/KPU Kab/Kota

Tata cara pemberian suara pada SS :
1. Memastikan SS yang diterima telah ditandatangani ketua KPPS
2. Pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos
3. Menggunakan alat coblos yang telah disediakan berupa PAKU
4. Pemberian suara pada SS DPR/DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota sbb :
   a. Mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut, tanda gambar, nama partai atau
   b. Mencoblos pada kolom yang berisi nomor dan nama calon, atau
   c. Mencoblos (1) dan (2) pada partai politik peserta Pemilu yang sama
5. Pemberian suara pada SS DPD dilakukan dengan cara mencoblos pada nomor urut calon atau foto calon atau nama calon sepanjang dalam satu kolom yang sama


3. PEMBERIAN SUARA
Pada saat pemungutan suara, ketua KPPS diwajibkan :
   a. Menandatangani SS kemudian diberikan ke pemilih
   b. Memanggil pemilih untuk memberikan suaranya berdasar urutan kehadiran
   c. Memberikan SS sebanyak 4 jenis ( DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota)
Warna kuning = DPR
Warna merah = DPD
Warna biru    =  DPRD Provinsi
Warna hijau   = DPRD Kab/ Kota

Ketua KPPS wajib mendahulukan pemilih yang namanya tercantum dalam DPT
Ketua KPPS dapat mendahulukan pemilih penyandang cacat, ibu hamil atau orang tua untuk memberikan suara atas persetujuan pemilih yang seharusnya mendapatkan giliran


URUTAN PEMILIH DALAM MEMBERIKAN SUARA 
1. Pemilih setelah menerima SS, pemilih wajib memeriksa dan meneliti SS tersebut dalam keadaan baik atau tidak rusak :
   a. Bila SS rusak, dapat minta ganti dan Ketua KPPS wajib mengganti (1 X), serta mencatat di Berita Acara
   b. Bila salah coblos, dapat minta ganti dan Ketua KPPS wajib mengganti (1 X), serta mencatat di Berita Acara
2. Pemilih menuju bilik suara
3. Membuka lebar-lebar SS dan meletakkannya di atas alas coblos
4. Mencoblos SS dengan paku yang telah disediakan
5. Melipat kembali SS seperti semula (tandatangan ketua KPPS terlihat, tanda coblos tidak terlihat)
6. Pemilih menuju kotak suara dan memperlihatkan kepada Ketua KPPS bahwa SS dalam keadaan terlipat dengan benar
7. Memasukkan SS kedalam masing-masing kotak dipandu KPPS ke-6 secara berurutan (DPR---DPD---DPRD Prov---DPRD Kab/Kota
8. Mencelupkan salah satu jari ke dalam botol tinta hingga seluruh bagian kuku sebelum keluar TPS


PEMILIH PENYANDANG CACAT : 
1. Ketentuan urutan pemberian suara tersebut juga berlaku untuk penyandang cacat, yang dapat didampingi oleh KPPS atau orang lain
2. Pemilih tunanetra dalam pemberian suara untuk DPD, dapat menggunakan alat bantu yang telah disediakan
3. Pemberian bantuan kepada pemilih dengan cara :
   a. Bagi pemilih yang tidak dapat berjalan, pendamping membantu ke bilik suara, pencoblosan oleh pemilih sendiri
   b. Bagi pemilih yang tidak punya dua tangan atau tunanetra, pendamping yang ditunjuk membantu mencobloskan  sesuai kehendak pemilih dengan disaksikan oleh salah satu anggota KPPS
4. Pendamping  wajib merahasiakan pilihan pemilih dan  wajib menandatangani pernyataan (formulir model C3)

CATATAN 1 :
1. Pukul 12.00 waktu setempat (1 jam sebelum pemungutan suara berakhir), Ketua KPPS mengumumkan bahwa pemilih khusus tambahan diberi kesempatan untuk memberikan suaranya (bila SS masih tersedia)
2. Bila tidak tersedia, diarahkan ke TPS lain (yang SS nya masih tersedia) yang terdekat dalam wilayah PPS sesuai alamat di KTP dan KK atau identitas lain atau paspor

CATATAN 2 :
1. Pada pukul 13.00 waktu setempat, Ketua KPPS mengumumkan bahwa yang diperbolehkan memberikan suara hanya pemilih yang telah hadir di TPS yang sedang menunggu giliran
2. Setelah seluruh pemilih hadir menggunakan hak suaranya, Ketua KPPS mengumumkan bahwa pemungutan suara telah selesai dan akan dilanjutkan dengan rapat penghitungan suara

Hal Penting :
Jangan lupa lakukan himbauan kepada segenap masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dalam pileg 2014.

Demikian, semoga informasi bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

2 comments:

  1. makch panduan kpps nya ni buat belajar

    BalasHapus
  2. sama-sama, semoga bermanfaat, kebetulan sy ditugasi menjadi PPS sejak pilgub jateng kemarin.

    BalasHapus

 
Top